Seekor kerbau dengan tanduk melengkung berdiri di padang rumput hijau dengan pepohonan di latar belakang, suasana pedesaan yang tenang.

Mengenal Penyakit Ngorok

Penyakit Ngorok, dikenal secara ilmiah sebagai Septicaemia Epizootica (SE), merupakan penyakit infeksius akut yang menyerang ternak besar seperti sapi dan kerbau. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida dan dapat menyebar dengan cepat di antara populasi ternak.

Nama "Ngorok" sendiri berasal dari gejala khas yang ditunjukkan oleh hewan yang terinfeksi, yaitu suara napas yang berbunyi seperti mendengkur (ngorok) akibat pembengkakan pada saluran pernapasan.

⚠️ Fakta Penting

Penyakit Ngorok termasuk dalam daftar penyakit hewan menular strategis di Indonesia dan wajib dilaporkan kepada otoritas peternakan setempat jika ditemukan kasusnya.

Gejala Klinis

Beberapa gejala yang umum terlihat pada sapi dan kerbau yang terinfeksi Penyakit Ngorok antara lain:

  • Demam tinggi mendadak (suhu tubuh mencapai 41–42°C).
  • Pembengkakan (edema) di daerah leher, dada, dan perut bagian bawah.
  • Kesulitan bernapas disertai suara mendengkur.
  • Hewan tampak lesu, kehilangan nafsu makan, dan produksi susu menurun drastis.
  • Pada kasus akut, kematian dapat terjadi dalam waktu 24–48 jam setelah gejala muncul.

Pencegahan dan Pengendalian

Langkah-langkah pencegahan sangat penting untuk melindungi ternak dari Penyakit Ngorok:

  • Vaksinasi rutin: Vaksinasi menggunakan vaksin SE pada sapi dan kerbau di daerah endemis.
  • Sanitasi kandang: Menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar untuk mengurangi risiko penularan.
  • Isolasi hewan sakit: Segera pisahkan hewan yang menunjukkan gejala dari kawanan yang sehat.
  • Pelaporan dini: Laporkan segera ke petugas kesehatan hewan jika ditemukan tanda-tanda mencurigakan.

Penanganan

Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik spektrum luas dan obat anti-inflamasi di bawah pengawasan dokter hewan. Keberhasilan pengobatan sangat bergantung pada kecepatan deteksi dan penanganan sejak gejala pertama muncul.